BREAKING NEWS

Anak Sekolah Terpaksa Seberangi Sungai, TNI Dorong Pembangunan Jembatan di Polman

 



Polewali Mandar PRESISIKU.COM  – Pemandangan anak-anak sekolah menyeberangi sungai dengan berjalan kaki menjadi perhatian Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin. Mereka harus melintasi Sungai Mappi yang menghubungkan Desa Tubbi dengan Desa Piriang Tapiko, Kecamatan Tutar, Polewali Mandar (Polman).


Kondisi itu terlihat saat Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin kembali meninjau lokasi rencana pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Sungai Mappi, Kamis (20/8/2026).


Saat peninjauan, sejumlah anak sekolah terlihat menyeberangi sungai dengan berjalan di antara aliran air. Meski saat ini musim kemarau dan debit air relatif surut, kondisi tersebut tetap menyimpan risiko bagi keselamatan mereka.



"Yang kita lihat di sini, belum ada penyeberangan bagi masyarakat. Bahkan anak-anak sekolah ketika beraktivitas harus melintasi sungai ini," kata Letkol Ikhwan.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran betapa pentingnya akses penghubung bagi masyarakat di wilayah tersebut.


"Memang sekarang kondisi air sedang surut karena kemarau, tetapi tetap cukup membahayakan keselamatan anak-anak kita, terutama saat mereka menyeberang untuk pergi dan pulang sekolah," ujarnya.


Dandim mengatakan, kehadiran jembatan di lokasi tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Selain menjadi akses pendidikan bagi anak-anak, jembatan juga akan mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


"Kita berharap semoga di sungai ini bisa dibangun jembatan sebagai akses masyarakat setempat. Ini bukan hanya soal menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka akses masyarakat untuk pendidikan, ekonomi dan kebutuhan lainnya," tuturnya.


Dari hasil peninjauan di lapangan, bentangan Sungai Mappi yang akan menjadi lokasi pembangunan jembatan diperkirakan cukup panjang, yakni sekitar 150 meter.


Panjang bentangan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dikaji secara teknis sebelum pembangunan dilakukan.


Ikhwan menegaskan, pihaknya bersama instansi terkait terus melihat kondisi lapangan agar kebutuhan masyarakat dapat disampaikan dan dicarikan solusi terbaik.


"Bentangannya cukup panjang, diperkirakan sekitar 150 meter. Karena itu tentu perlu perencanaan dan kajian teknis yang matang," jelasnya.


Dalam peninjauan tersebut, Dandim didampingi unsur Dinas Pekerjaan Umum (PU), Danramil serta Kepala Desa Piriang Tapiko.


Bagi masyarakat Desa Tubbi dan Desa Piriang Tapiko, jembatan tersebut nantinya diharapkan bukan sekadar bangunan fisik. Kehadirannya dapat mengakhiri perjuangan warga, khususnya anak-anak sekolah, yang selama ini harus turun ke sungai hanya untuk berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya.


"Semoga ke depan akses ini bisa diwujudkan. Kita ingin anak-anak sekolah bisa berangkat dan pulang dengan lebih aman, begitu juga masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari," pungkas Letkol Ikhwan. (Zik)

Posting Komentar