PRESISIKU.COM|Polewali Mandar – Jalan terjal berbatu, lereng curam dan hutan lebat menjadi saksi perjalanan puluhan wartawan menuju lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402/Polman di ruas Bulo–Lenggo, Selasa (17/2/2026).
Akses yang selama ini kerap viral di media sosial karena kondisi keterisolasian warga Desa Lenggo, kini perlahan berubah. Jalur yang dahulu hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki bahkan harus menandu warga sakit menuju Puskesmas Kecamatan Bulo, kini tengah dikebut pengerjaannya melalui rabat beton sepanjang 500 meter.
Sekitar 400 kepala keluarga atau kurang lebih 2.000 jiwa warga Lenggo menggantungkan harapan pada terbukanya akses tersebut. Potret perjuangan warga yang kerap tersebar di media nasional dan platform digital itulah yang mendorong perhatian publik sekaligus menghadirkan program TMMD di wilayah ini.
Kehadiran insan pers di lokasi menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan media.
Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi kedatangan para wartawan yang menempuh medan sulit untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
“Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan wartawan yang datang langsung dan meliput kegiatan TMMD ini. Inilah kondisi sebenarnya di lapangan. Medannya cukup berat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, medan yang ditempuh wartawan merupakan gambaran keseharian masyarakat Lenggo sebelum adanya pembangunan akses jalan tersebut.
“Kurang lebih 400 KK dengan sekitar 2.000 jiwa selama ini menghadapi kondisi seperti ini. Banyak yang viral karena akses kesehatan dan ekonomi sangat terbatas,” katanya.
Menurut dia, kehadiran media menjadi bukti komitmen insan pers dalam mengambil peran strategis menyukseskan TMMD, tidak hanya sebagai peliput, tetapi juga sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah.
Salah satu wartawan, Huzair Zaenal, mengaku takjub melihat langsung semangat gotong royong antara satgas TMMD dan masyarakat.
“Sebagai wartawan tentu kami ingin menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat Indonesia tentang pelaksanaan TMMD ini. Medannya memang berat, tapi progresnya terlihat signifikan,” ujarnya.
Ia menilai, kerja bersama antara TNI dan warga menunjukkan bahwa pembangunan di wilayah terpencil membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk media sebagai pengawal informasi publik.
Kunjungan wartawan tersebut juga bertepatan dengan kegiatan tasyakuran dan doa bersama menyambut bulan suci Ramadhan. Wartawan, anggota satgas, dan masyarakat duduk bersama menikmati hidangan sederhana di tengah lokasi pekerjaan.
Di tengah aroma tanah basah dan adukan semen, kebersamaan itu menjadi simbol bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga membangun optimisme dan kepedulian bersama.
TMMD ke-127 di Desa Bulo membuktikan bahwa ketika TNI, pemerintah, masyarakat, dan media bergerak bersama, keterisolasian bukan lagi cerita lama, melainkan awal perubahan menuju akses yang lebih layak dan kehidupan yang lebih baik.(Zik)
Editor: MLS



0Comments