MAJENE SULBAR,- Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis Indonesia (DPP APPMBGI) Tingkat II Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, turut mendesak kepada setiap pengelola Satuan Pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperhatikan sajian menu yang disalurkan kepada penerima manfaat yang ada di daerah ini.


“Saya miris melihat sajian menu makanan kering yang disalurkan di momen Ramadhan di setiap SPPG. Saya mohon jangan asal-asalan menyiakan menunya. Apalagi ini merupakan momentum berbagi di bulan Ramadhan. Apa salahnya, jika setiap pengelola dapur turut berzedekah dan Insya Allah pahala yg didapatkan berlipat ganda,” kata Ketua DPD APPMBGI Majene, Suardi di Majene, Senin, 23/2/2025.


Penegasan ini disampaikan oleh Suardi seiring banyaknya sorotan masyarakat yang berseliweran dijagad media sosial baik facebook maupun platform digital lainnya.


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah, khususnya pada awal pelaksanaan di bulan Ramadan 1447 Hijriah di sejumlah daerah hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak kita.


Saat ini , sejumlah wali murid mempertanyakan kualitas dan kuantitas menu yang dibagikan kepada para siswa, lantaran dinilai lebih menyerupai paket takjil ketimbang makanan bergizi seimbang yang digaungkan pemerintah dalam pemenuhan gizi generasi muda.


Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial sejak hari pertama masuk sekolah selama Ramadan. Dalam unggahan yang beredar, terlihat paket MBG berisi beberapa potong kue, satu buah jeruk, sebungkus kacang, kemasan singkong serta satu kemasan makanan ringan dan sebagian susu kemasan. Menu tersebut dinilai belum memenuhi standar kecukupan gizi bagi pelajar yang menjalani aktivitas belajar dan ibadah puasa.


“Kalau hanya seperti ini, lebih mirip takjil. Harusnya ada menu yang lebih bergizi, seperti lauk berprotein, atau makanan pengganti yang setara gizinya,” ujarnya.

 

(Laporan.WHD)