Presisiku.com|Polres Majene – Personel Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polres Majene melaksanakan pengamanan ketat pada proses bongkar muat KM. Sabuk Nusantara 93 Perintis yang bertolak dari Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis (27/11/25) dan tiba serta sandar di Pelabuhan Passarang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, pada Jumat (28/11/25).


Kapal tersebut mengangkut 89 orang penumpang, masing-masing terdiri dari 81 penumpang dewasa, 6 anak-anak, dan 2 bayi. Setibanya kapal di dermaga, personel Sat Polair Polres Majene langsung melaksanakan pengamanan sesuai prosedur serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan bongkar muat berjalan aman, tertib, dan lancar.


Pengamanan ini dipimpin oleh KBO Sat Polair Polres Majene, Iptu Karsono, yang menekankan bahwa kehadiran personel bertujuan memberikan rasa aman bagi seluruh penumpang maupun pihak pengelola pelabuhan. Ia juga memastikan bahwa setiap aktivitas bongkar muat yang berlangsung diawasi secara menyeluruh.





“Kami melakukan pengamanan mulai dari kapal bersandar, proses penurunan penumpang, hingga pemeriksaan barang bawaan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya potensi kerawanan dan memastikan aktivitas di area pelabuhan berjalan kondusif,” jelas Iptu Karsono di sela kegiatan.


Dalam operasi pengamanan ini, Sat Polair Polres Majene turut menggandeng sejumlah instansi terkait, di antaranya Syahbandar Kabupaten Majene, PT Pelni Cabang Parepare, serta Pegawai Karantina Hewan dan Ikan Satker Pelabuhan. 


Sinergi tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap penumpang maupun barang bawaan, termasuk memastikan tidak adanya barang berbahaya, atau komoditas yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan.


Sat Polair Polres Majene menegaskan bahwa kegiatan pengamanan seperti ini merupakan bagian dari komitmen Polres Majene dalam menjaga keamanan jalur laut serta memastikan aktivitas transportasi perintis berlangsung tertib, aman, dan sesuai regulasi.


Dengan arus penumpang yang terus meningkat menjelang akhir tahun, sinergitas antarinstansi di wilayah pelabuhan diharapkan dapat semakin memperkuat sistem pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat.