Polsek Sendana Kedepankan Problem Solving, Dugaan Penganiayaan Berakhir Damai
MAJENE PRESISKU.COM – Perselisihan yang berujung pada dugaan penganiayaan di Dusun Ratte Padang, Desa Awo, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, akhirnya diselesaikan melalui jalur kekeluargaan.
Polsek Sendana Polres Majene memfasilitasi mediasi kedua belah pihak melalui metode problem solving yang berlangsung di Mako Polsek Sendana, Selasa (29/9/2026). Mediasi tersebut dipimpin langsung Kapolsek Sendana IPTU Bafruddin Pambabu, S.H.
Peristiwa yang menjadi pokok permasalahan tersebut terjadi pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 12.00 WITA di Dusun Ratte Padang, Desa Awo. Dugaan penganiayaan melibatkan R (26) dan B (29), yang diketahui berprofesi sebagai petani asal Dusun Peledoa, Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda, terhadap RG (28), seorang petani asal Dusun Ratte Padang, Desa Awo, Kecamatan Tammerodo Sendana.
Dalam proses mediasi, personel Polsek Sendana mempertemukan kedua belah pihak bersama keluarga masing-masing. Pendekatan dialogis dilakukan untuk mencari jalan keluar yang dapat diterima bersama sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Setelah melalui pembicaraan dan kesepakatan bersama, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai dan kekeluargaan.
Sebagai bentuk keseriusan atas kesepakatan tersebut, masing-masing pihak kemudian membuat dan menandatangani surat pernyataan perdamaian. Surat tersebut turut disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak serta personel Polsek Sendana.
Kapolsek Sendana IPTU Bafruddin Pambabu, S.H. menegaskan bahwa penyelesaian melalui problem solving merupakan salah satu upaya kepolisian untuk menghadirkan solusi terhadap persoalan masyarakat dengan mengedepankan komunikasi dan musyawarah.
“Yang terpenting adalah bagaimana persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik, tidak berlarut-larut, serta tidak menimbulkan persoalan baru. Kami mengedepankan komunikasi dan musyawarah agar kedua belah pihak dapat memahami dan menghormati kesepakatan yang telah dibuat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran untuk lebih mengedepankan komunikasi ketika menghadapi persoalan, sehingga potensi konflik di tengah masyarakat dapat dicegah sejak dini.
Dengan tercapainya kesepakatan damai, situasi di antara kedua belah pihak diharapkan kembali kondusif dan hubungan sosial di lingkungan masyarakat tetap terjaga.
