Pembangunan Jembatan Gantung Kunyi Mulai Dipasang Sling, Warga: Sudah Lama Kami Nantikan
Polewali Mandar PRESISIKU.COM - Pembangunan Jembatan Perintis Garuda tipe gantung di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, memasuki tahap penting. Setelah abutment dan blok angkur selesai melalui proses pengeringan, tali sling baja mulai dipasang, Senin (7/9/2026).
Jembatan yang menghubungkan akses masyarakat di wilayah Desa Kunyi ini diharapkan segera rampung dan dapat digunakan warga untuk memudahkan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju perkebunan dan lahan pertanian yang berada di seberang sungai.
Danramil 1402-01/Polewali, Kapten Inf Ahmad Yani mengatakan pemasangan tali sling dilakukan setelah beton pada abutment dan blok angkur dinyatakan siap.
"Setelah proses pengeringan abutment dan blok angkur, hari ini kita mulai pemasangan tali sling baja. Harapannya proses pembangunan bisa segera selesai sehingga jembatan ini dapat digunakan oleh masyarakat," kata Ahmad Yani.
Menurutnya, kehadiran Jembatan Perintis Garuda menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur penghubung.
"Jembatan Perintis Garuda ini merupakan program Bapak Presiden Prabowo untuk membuka keterisolasian masyarakat di wilayah pedalaman, sehingga masyarakat bisa lebih mudah beraktivitas dan mendapatkan akses ke wilayah lainnya," ujarnya.
Ahmad Yani juga mengingatkan masyarakat agar nantinya menggunakan jembatan sesuai kapasitas yang telah ditentukan. Ketentuan mengenai kapasitas maksimal jembatan akan dipasang dalam bentuk papan informasi di lokasi.
Bagi warga Kunyi, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Jembatan ini menjadi akses penting menuju wilayah perkebunan dan pertanian masyarakat yang berada di seberang sungai.
Salah seorang warga Kunyi, Mursam, mengaku gembira melihat pembangunan jembatan yang selama ini dinantikan warga mulai menunjukkan progres.
"Terima kasih Bapak Presiden. Jembatan ini sudah lama kami nantikan," kata Mursam.
Mursam mengatakan, di seberang lokasi jembatan terdapat perkebunan dan lahan pertanian milik warga. Selain itu, terdapat pula kawasan yang dikenal masyarakat sebagai kampung tua Desa Kunyi.
Di kawasan tersebut juga terdapat sebuah masjid tua yang menurut warga merupakan salah satu masjid tertua di Desa Kunyi.
Dengan hadirnya jembatan, warga berharap akses menuju kawasan tersebut menjadi jauh lebih mudah. Aktivitas masyarakat, khususnya untuk mengelola kebun dan lahan pertanian, juga diharapkan semakin lancar.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dikerjakan dengan melibatkan personel TNI dan masyarakat melalui semangat karya bakti dan gotong royong.
"Ini bukan hanya soal jembatan, tetapi bagaimana membuka akses dan memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya. Kita berharap setelah selesai nanti masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan jembatan ini dengan baik," pungkas Ahmad Yani. (Zik)
Redaksi/) MLS

