Duduk Bersimpuh di Atas Jembatan Baru, Warga dan TNI Gelar Syukuran Penuh Haru
Polewali Mandar PRESISIKU.COM - Tidak ada panggung mewah ataupun seremoni besar. Beralaskan terpal biru di atas jembatan yang baru selesai dibangun, personel TNI dan warga Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, duduk bersimpuh memanjatkan doa syukur.
Suasana haru menyelimuti syukuran selesainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda tipe Armco yang kini berdiri kokoh menghubungkan aktivitas masyarakat. Berbagai hidangan sederhana, mulai dari buah-buahan, kue tradisional hingga makanan khas kampung dibawa secara sukarela oleh warga untuk dinikmati bersama sebagai ungkapan rasa syukur. Rabu (15/7/2026).
Dandim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, mengatakan Jembatan Perintis Garuda di Desa Pasiang akhirnya rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat.
"Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Perintis Garuda tipe Armco di Desa Pasiang telah selesai. Jembatan ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang digagas Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak bencana maupun yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur," kata Letkol Ikhwan.
Menurutnya, jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi penghubung kehidupan masyarakat. Karena itu, ia berharap seluruh warga bersama-sama menjaga dan merawat jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Kalau dijaga bersama, jembatan ini akan menjadi investasi bagi anak cucu kita," ujarnya.
Rasa syukur juga disampaikan tokoh masyarakat sekaligus Imam Masjid Dusun Tojangan, H. Idris. Dengan suara bergetar, ia mengaku pembangunan jembatan tersebut telah lama dinantikan warga.
"Alhamdulillah, hari ini doa kami dikabulkan. Atas nama masyarakat Desa Pasiang kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan seluruh personel TNI Kodim 1402/Polman yang telah bekerja tanpa mengenal lelah hingga jembatan ini berdiri dengan kokoh," katanya.
Menurut H. Idris, selama bertahun-tahun warga harus menghadapi kesulitan setiap kali menyeberangi sungai, terutama saat musim hujan.
"Dulu anak-anak berangkat sekolah harus membuka sepatu sebelum menyeberang sungai. Ibu-ibu juga selalu khawatir kalau air tiba-tiba naik. Sekarang kami merasa tenang karena sudah ada jembatan yang aman dan indah," tuturnya.
Baginya, syukuran sederhana di atas jembatan itu bukan hanya tanda selesainya sebuah pembangunan. Lebih dari itu, menjadi simbol lahirnya harapan baru bagi masyarakat Desa Pasiang.
Doa yang dipanjatkan bersama, makanan yang dibawa dari rumah masing-masing, hingga tawa anak-anak yang mulai berlarian di atas jembatan menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur mampu menghadirkan kebahagiaan dan mempererat kebersamaan antara TNI dan rakyat.
"Hari ini yang berdiri bukan hanya sebuah jembatan, tetapi juga harapan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik." (Zik)

